Technical Trainee Sending Organization 技能実習生送出し機関

LPK UNIVERSAL LANGUAGE SKILLS

ユニバーサル ランゲージ スキルズ

" Nomor Izin Sending Organizer(SO) Nomor KEP.59/LATTAS/II/2017 "

" Sertifkat Akreditasi Nomor :37/LA-LPK/IX/2018 "

Pekerjakan 40 WNI Ilegal di Jepang, Bos Perusahaan Perekrut Tenaga Kerja Ditangkap Polisi


Posted on 18 March 2019 08:22



Seorang direktur perusahaan perekrut tenaga kerja di Jepang ditangkap polisi karena mempekerjakan 40 WNI ilegal, Rabu (13/3/2019).

Kyoji Kawamura memiliki perusahan di Meiwacho Kota Toyota, Perfektur AichiJepang.

 

"Berawal dari penangkapan kami terhadap seorang pekerja ilegal Indonesia bulan Desember 2018, dengan visa namin (suaka) dan ketahuan bosnya ternyata Kawamura yang ternyata juga mempekerjakan 40 warga Indonesia dengan visa namin, dan ilegal,"

Kawamura mengakui perbuatannya dan menyerahkan diri sepenuhnya untuk diproses hukum kepada polisi.

Perbuatan tersangka dilakukan sejak bulan Juli dua tahun lalu hingga Februari 2019.

Penduduk ilegal dari Indonesia tersebut direkrut dan dipekerjakan di sebuah pabrik suku cadang mobil di Perfektur Aichi.

Pabrik tersebut hanya tahu Kawamura dan membayar tenaga kerja yang direkrut Kawamura tersebut serta tak menyelidiki lebih lanjut jati diri para WNI yang ternyata berstatus ilegal itu.

"Di daerah Perfektur Aichi ini tampaknya cukup banyak para WNI ilegal dari informasi yang masuk dan akan terus kami selidiki kasus ini lebih lanjut," tambahnya.

Sementara para WNI ilegal yang ketahuan polisi tersebut kini masih terus diproses lebih lanjut karena melanggar UU Keimigrasian dan Pengungsian.

"Beberapa dari mereka juga ternyata memiliki Zairyu Card (KTP Jepang) palsu yang dibelinya sekitar 30.000 yen per lembar dari para calo yang juga orang Indonesia," tambahnya.

Sedikitnya saat ini 19 WNI telah ditangkap kepolisian Jepang karena memperdagangkan KTP Jepang palsu tersebut kepada para WNI ilegal.

Proses visa kerja dan visa pelajar Indonesia ke Jepang saat ini sangat sulit karena semakin banyak pelanggaran terjadi dan menjadi penduduk ilegal di Jepang.

 

Hukuman bagi para penduduk ilegal penjara 3 tahun maksimal atau denda 3 juta yen maksimal.

Pemulangan segera dilakukan apabila tiket pesawat ke Indonesia tersedia dan menurut UU Keimigrasian Jepang sedikitnya 5 tahun dilarang masuk kembali ke Jepang.

Praktiknya diperkirakan sangat sulit masuk kembali ke Jepang (walaupun tidak ada black list) karena data telah masuk ke jaringan komputer keimigrasian di Jepang sebagai penduduk ilegal.

Prosentase persetujuan visa di imigrasi Jepang tahun 2012 sekitar 98 persen dan kini hanya sekitar 15 persen saja.

Artinya, banyak aplikasi visa pelajar dan tenaga kerja Indonesia ditolak imigrasi Jepang karena dicurigai kuat akan disalahgunakan di Jepang.

Diskusi kerja di Jepang dapat dilakukan gratis di Facebook (https://www.facebook.com/groups/kerjadijepang/) dengan administrator Andari Nara.

Konsultasi dengan pengacara Jepang yang bisa berbahasa Indonesia dapat dibantu oleh administrator tersebut setelah jelas identitas dan kasusnya.


Call To Action

Berikut adalah kontak person yang dapat anda hubungi apabila ada hal-hal yang kurang dimengerti tentang kami. Sekertaris UNILS M. Ikhsan Febriyanto : 0812 1919 0685